Penulis: hugi

Pendampingan Kelurahan Sendangmulyo dalam Peningkatan Literasi Kesehatan mengenai Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk dari spesies Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kota Semarang merupakan salah satu daerah endemis DBD di Provinsi Jawa Tengah. Incidence Rate DBD Kota Semarang di tahun 2019 24,3% dengan angka CFR 3,2% dan mengalami penurunan di tahun 2020 ke angka 15,9% dengan nilai CFR 1,3%. Puskesmas Kedungmundu termasuk salah satu puskesmas yang memiliki kasus DBD tertinggi di wilayah Kota Semarang. Kelurahan Sendangmulyo merupakan wilayah terluas sekaligus menjadi kelurahan dengan kasus DBD tertinggi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Hal inilah yang...

Baca lebih lajut

INISIASI POS UPAYA KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA RUMAH MAKAN DI KELURAHAN NGALIYAN TAHUN 2023

Data Badan Pusat Statistik Agustus 2022, tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh sektor informal. Ada 80,24 juta orang yang bekerja di sektor informal. Jumlah tersebut setara dengan 59,31% dari total penduduk bekerja di dalam negeri yang sebanyak 135,3 juta orang. Sedangkan, sisanya sebanyak 55,06 juta jiwa atau 40,69% bekerja di sektor formal. Tenaga kerja pada sektor informal masih belum banyak tersentuh oleh program pemerintah salah satunya adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berangkat dari permasalahan tersebut dibenti Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) untuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja...

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DESA BERBASIS INTERNET OF THING (IoT) KEPADA KADER PKK DAN FORUM KESEHATAN DESA DI DESA PENADARAN, KECAMATAN GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN

Telah dilaksanakan kegiatan pemberdayaan dan pelatihan kepada kader oleh Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Agustus 2023 pukul 09.00-14.00 WIB. Ratih Pramitasari S.KM., M.PH., selaku ketua pemberdayaan dan pelatihan memberikan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian kader PKK dan Forum Kesehatan Desa di Desa Penadaran dalam mengolah program kesehatan. Keterbatasan kemampuan kader dalam memanfaatkan teknologi informasi, kurangnya pengetahuan pemerintah desa dalam membuat sistem informasi berbasis Internet of Thing (IoT), minimnya penerapan program teknologi informasi di desa karena adanya stigma negatif kepada warga desa tentang...

Baca lebih lajut

Pengukuran Health Literacy Kader Kesehatan di Desa Penadaran Menggunakan Si-Cerdik

Telah dilaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Kegiatan yang mendapatkan pendanaan penuh dari internal LPPM Udinus ini dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Februari 2023 di Balai Desa Penadaran dengan melibatkan 16 kader kesehatan yang ada. Pengukuran literasi kesehatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kader untuk memahami literasi kesehatan digital karena kader berperan penyedia informasi yang harus memiliki kemampuan dalam memilah dan memilih informasi yang valid dan akurat untuk diteruskan kepada masyarakat. Penadaran dipilih oleh Enny Rachmani, SKM., M.Kom, Ph.D selaku Ketua Pengusul sebagai lokasi mitra dalam kegiatan tridharma oleh dosen Fakultas Kesehatan UDINUS karena desa ini sedang berusaha berkembang menuju desa yang mewujudkan digitalisasi dalam bidang kesehatan. Pengukuran literasi kesehatan digital dilakukan menggunakan website Si-Cerdik. Si Cerdik (Sistem Informasi Cara Evaluasi Range Digital Literasi Informasi Kesehatan) merupakan aplikasi pengukuran diri sendiri terkait literasi kesehatan digital sebagai dasar transformasi digital bidang kesehatan. Website Si-Cerdik menyediakan menu-menu lain seperti PHIC4PHC untuk pengukuran kompetensi literasi kesehatan digital untuk tenaga kesehatan, Literasi TBC, dan Pengukuran Tingkat Literasi Kesehatan untuk Indonesia. Untuk menu PHIC4PHC dan DHLC telah menyediakan Certificate of Completion (sertifikat pengukuran) yang mampu mengkategorikan kemampuan literasi kesehatan digital kita dalam level Pemula, Mandiri, Mandiri Tingkat Lanjut dan Ahli. Salah satu menu yang tersedia di website Si-Cerdik adalah DHLC (Digital Health Literacy Competencies for Citizen) yang merupakan kuesioner literasi Kesehatan digital (Digital Health Literacy) untuk masyarakat umum...

Baca lebih lajut

PENTINGNYA KEWASPADAAN TERHADAP BAHAYA FLU BURUNG

oleh : Suharyo Dosen Peminatan Epidemiologi Prodi Kesehatan Masyarakat F.Kesehatan UDINUS Belum lama permasalahan wabah penyakit Covid-19 mereda, beredar informasi baik di media massa cetak atau elektronik bahwa terjadi kenaikan kasus dan penyebaran penyakit flu burung. Pada tanggal 24 Pebruari 2023, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengeluarkan Surat Edaran Nomor: PV.03.01/C/824/2023 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b. Surat Edaran ini dikeluarkan karena, situasi secara global, terjadi peningkatan kasus dan penyebaran virus H5N1 clade baru 2.3.4.4b di wilayah Amerika, Eropa, dan Asia.  Kematian seorang anak berusia 11 tahun karena terinfeksi virus flu burung (H5N1) dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Kamboja pada tanggal 22 Februari 2023. Di Indonesia virus flu burung tersebut terkonfirmasi di sebuah peternakan bebek peking di Propinsi Kalimantan Selatan, sesuai surat edaran dari Kementerian Pertanian tanggal 16 Januari 2023 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap flu burung. Selama 20 tahun terakhir, menurut WHO, kematian akibat flu burung sebanyak 871 kasus, 458 kasus diantaranya terjadi pada manusia. Indonesia menjadi negara tertinggi kasus kematian akibat flu burung pada manusia dengan jumlah 168 kasus.  Penyakit Flu Burung yang diakibatkan oleh virus H5N1 merupakan penyakit yang menyerang pada hewan terutama unggas (ayam, itik, bebek, burung, dan sejenisnya). Beberapa varian flu burung yang dapat menginfeksi manusia yaitu H5N1, H5N6, H5N8, H7N9, dan H10N3. Khusus virus H5N1 dapat bertahan hidup pada suhu 60oC selama 30 menit,...

Baca lebih lajut
  • 1
  • 2
id_IDIndonesian